Bedah Buku “Namanya Massa” -Fadillah Putra dan Prof Budi Dharma

Ini memang kota Jakarta! Di kafe ini, saya ketemu Massa. Matanya bagus! (Tapi, dia tidak secantik Maminya yang artis terkenal). Papinya, sutradara andalan, dalam dunia perfilman kita. Massa, acuh tak acuh saja, kala Mas Beny (teman sama-sama wartawan), mengajaknya ngobrol. Dia minum wiski (seperti minum air putih). Saya mungkin kelewat asyik melihatnya, sehingga Mas Beny berbisik, “Kalau kamu sudah lama di Jakarta, ada banyak perempuan, seperti itu.” (Namanya Massa)

Related Gallery

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>