Gerakan sosial memiliki kekuatan ampuh untuk memberikan alternatif lain bagaimana mengelola masyarakat secara berkeadilan. Di dalamnya terkandung kesadaran mendalam bahwa realitas yang sedang terjadi adalah realitas tentang penindasan dan ketidakadilan. Atas nama itu pulalah sebuah gerakan sosial memiliki arti. Konsekuensi dan tanggung jawab dari suatu gerakan sosial melahirkan suatu hubungan yang adil dan disepakati bersama antara mereka yang memberi kewajiban dan yang diberi kewajiban, mereka yang penguasa dan yang dikuasai, antara masyarakat dan negara, sampai antara mereka yang memiliki akses ekonomi berlimpah yang berjumlah sedikit kepada mereka yang berkekurangan yang berjumlah mayoritas.
Gerakan sosial sendiri di masa kini sudah tidak lagi berfokus pada masalah politik semata, melainkan melebar pada berbagai dimensi kehidupan manusia. Gerakan sosial merambah pada isu-isu lingkungan, perempuan, studi sosial-agama, ekonomi, hak-hak sipil, sampai sosial budaya. Advokasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berusaha untuk memberikan penyadaran atas kekuatan budaya yang dipinggirkan, merupakan salah satu bentuknya. Kesadaran ini diberangkatkan dari kenyataan bahwa budaya mainstream seringkali merasa berkuasa atas budaya pinggiran dan boleh memaksakan kehendak apapun. Akibatnya para penjaga budaya yang marjinal semakin tidak beroleh tempat untuk berekpresi. Begitu pula dengan gerakan-gerakan kaum perempuan untuk menentang marjinalisasi kaum perempuan, gerakan untuk menjaga keserasian lingkungan dari ancaman eksploitasi atas nama ekonomi dan seterusnya.
Buku Seri Demokrasi, Gerakan Sosial
Gerakan sosial memiliki kekuatan ampuh untuk memberikan alternatif lain bagaimana mengelola masyarakat secara berkeadilan. Di dalamnya terkandung kesadaran mendalam bahwa realitas yang sedang terjadi adalah realitas tentang penindasan dan ketidakadilan. Atas nama itu pulalah sebuah gerakan sosial memiliki arti. Konsekuensi dan tanggung jawab dari suatu gerakan sosial melahirkan suatu hubungan yang adil dan disepakati bersama antara mereka yang memberi kewajiban dan yang diberi kewajiban, mereka yang penguasa dan yang dikuasai, antara masyarakat dan negara, sampai antara mereka yang memiliki akses ekonomi berlimpah yang berjumlah sedikit kepada mereka yang berkekurangan yang berjumlah mayoritas.
Gerakan sosial sendiri di masa kini sudah tidak lagi berfokus pada masalah politik semata, melainkan melebar pada berbagai dimensi kehidupan manusia. Gerakan sosial merambah pada isu-isu lingkungan, perempuan, studi sosial-agama, ekonomi, hak-hak sipil, sampai sosial budaya. Advokasi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berusaha untuk memberikan penyadaran atas kekuatan budaya yang dipinggirkan, merupakan salah satu bentuknya. Kesadaran ini diberangkatkan dari kenyataan bahwa budaya mainstream seringkali merasa berkuasa atas budaya pinggiran dan boleh memaksakan kehendak apapun. Akibatnya para penjaga budaya yang marjinal semakin tidak beroleh tempat untuk berekpresi. Begitu pula dengan gerakan-gerakan kaum perempuan untuk menentang marjinalisasi kaum perempuan, gerakan untuk menjaga keserasian lingkungan dari ancaman eksploitasi atas nama ekonomi dan seterusnya.
Other Gallery