Konstruksi Teori Interaksionisme Simbolik
Istilah interaksionisme menjadi sebuah label untuk pendekatan yang relatif khusus pada ilmu yang membahas tingkah laku manusia. Dasar-dasar teori interaksionisme simbolis berpedoman pada uraian-uraian dasar dari gagasan interaksi simbolis itu sendiri. Teori interaksionisme simbolis berada pada analisa paling akhir dari tiga dasar pemikiran yang menyertainya.
- Manusia bertindak terhadap benda berdasarkan “arti” yang dimilikinya.
- Asal muasal arti atas benda-benda tersebut yang muncul dari interaksi sosial yang dimiliki seseorang.
- Makna yang demikian ini diperlakukan dan dimodifikasikan melalui proses interpretasi yang digunakan oleh manusia dalam berurusan dengan benda-benda lain yang ditemuinya.
Hanya sedikit ahli yang menilai bahwa ada yang salah dalam dasar pemikiran yang pertama. “Arti” (mean) dianggap sudah semestinya begitu, sehingga tersisih dan dianggap tidak penting. “Arti” dianggap sebagai sebuah hubungan netral antara faktor-faktor yang bertanggungjawab pada tingkah laku manusia, sedangkan ‘tingkah laku’ adalah hasil dari beberapa faktor. Kita bisa melihatnya dalam ilmu psikologi sosial saat ini. Posisi teori interaksionisme simbolis adalah sebaliknya, bahwa arti yang dimiliki benda-benda untuk manusia adalah berpusat dalam kebenaran manusia itu sendiri. Dari sini kita bisa membedakan teori interaksionisme simbolis dengan teori-teori lainnya, yakni secara jelas melihat arti dasar pemikiran kedua yang mengacu pada sumber dari arti tersebut.






One Comment
Buat pak Riyadi Almarhum, semoga mendapatkan rahmat hidayat di sisi Nya. Al Fatihah